Photo Credit: Maria Putri, Staf Komunikasi
Pulau Semau, atau Nusa Bungtilu (nama asli), merupakan salah satu pulau kecil di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau dengan luas daratan sekitar 143 km2 ini tertletak di bagian barat Pulau Timor dan bertetangga dengan Pulau Rote (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Kupang, 2024). Jumlah penduduk di Pulau Semau sekitar 8.000 jiwa dengan mayoritas mata pencaharian bertumpu pada sektor perikanan (nelayan dan budidaya rumput laut), pertanian/berladang, dan peternakan. sekitar 8.000 jiwa dengan mayoritas mata pencaharian bertumpu pada sektor perikanan (nelayan dan budidaya rumput laut), pertanian/berladang, dan peternakan.
Secara administrasi, Pulau Semau terbagi atas dua kecamatan, yaitu Kecamatan Semau Utara dan Kecamatan Semau Selatan. Selain itu, pulau ini juga kaya akan potensi energi terbarukan, khususnya energi surya, yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat Semau.
Akses dan Transportasi Menuju Pulau Semau

Terdapat dua akses menuju Pulau Semau, yaitu melalui Pelabuhan Tenau atau Pelabuhan Bolok di Kupang, menuju Dermaga Hansisi di Semau. Pelabuhan Tenau merupakan pelabuhan utama di Kupang yang melayani kapal penumpang, kapal barang, dan kapal feri.

Tidak hanya ke Pulau Semau, pelabuhan ini juga melayani penyebrangan ke Pulau Rote dan Pulau Alor, serta menghubungkan Kupang dengan kota besar lain di Indonesia. Kapal yang berlabuh di pelabuhan ini adalah kapal feri PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), kapal RORO (Roll-on/Roll-off)[1], dan kapal kargo.

Selain banyaknya jenis kapal yang melewati wilayah Pulau Semau, terdapat juga tol laut yang \ berperan penting dalam distribusi logistik.
Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Semau

PLTS Semau beroperasi secara hybrid dan merupakan pembangkit pertama di Pulau Semau yang dapat mengintegrasikan solar PV, baterai, dan pembangkit diesel dalam sistem jaringan tegangan menengah yang interaktif (smart grid) secara optimal. Pembangunan PLTS hybrid ini diinisiasi oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai terobosan untuk pilot project de-dieselisasi PLN pertama di Indonesia yang dibangun bersama Syntek Energy & Control. [11]

PLTS Semau berkapasitas 450 kWp dengan operasional harian hanya sekitar 250 kWp di siang hari. Untuk malam hari, penggunaan listrik di Pulau Semau didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Pulau Semau memiliki 5 unit PLTD, di mana 2 unit pertama akan dioperasikan untuk menyokong pasokan listrik dari PLTS untuk masyarakat. Pada malam hari, ketika kebutuhan listrik meningkat, maka unit tambahan akan dioperasikan. Namun, jika ada trouble-shooting pada pasokan listrik dari PLTS, maka kelima unit tersebut akan dioperasikan secara bersamaan, dengan beban puncak dapat mencapai 500 kWp.

Pengoperasian PLTS di Semau, biasanya dilakukan oleh dua orang yang bertugas setiap harinya. Tidak ada sistem shift dalam pengelolaan tenaga kerja di PLTS Semau.

PLTS Semau juga memiliki alat stasiun cuaca atau alat pemantau lingkungan (terlihat pada tiang di sebelah kanan panel surya) yang berfungsi untuk mengumpulkan data meteorologis di lokasi tersebut. Data yang dikumpulkan akan membantu pemantauan kinerja instalasi panel surya dan kondisi lingkungan sekitar.

PV Combiner Box and Inverter Surya
Gambar di atas menunjukkan photovoltaics (PV) combiner box (kotak berwarna putih). Alat tersebut digunakan untuk mengumpulkan arus listrik searah (direct current/DC) dari beberapa rangkaian seri panel surya yang berbeda. Kemudian, alat berwarna biru di sebelah kanan combiner box adalah inverter surya yang berfungsi untuk mengubah arus listrik searah (DC) yang dihasilkan oleh panel surya, menjadi arus listrik bolak-balik (alternating current/AC)[2]. Sehingga, listrik tersebut dapat digunakan untuk menyalakan peralatan rumah tangga atau dialirkan ke jaringan listrik.
Solar Water Pumping di Pulau Semau

Selain untuk sumber listrik bagi masyarakat Pulau Semau, potensi energi surya juga digunakan untuk menggerakkan pompa air (solar water pumping). Salah satunya berlokasi di Desa Uitiuhtuan, Kecamatan Semau Selatan, NTT. Sistem ini digunakan sebagai solusi untuk mengatasi krisis air bersih dan mendukung kebutuhan harian masyarakat Pulau Semau. Pengoperasian pompa airtersebut diintegrasikan dengan sumber listrik dari PLTS lokal guna memanfaatkan energi surya yang melimpah untuk memompa air. Namun sayangnya, sistem solar water pumping tersebut tidak bertahan lama sehingga akhirnya PLTS tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk untuk memasoklistrik bagi warga sekitar.

Penggunaan solar water pumping juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memompa air yang ada di dalam sumur, guna memenuhi kebutuhan air warga sekitar. Sumur yang terdapat di Desa Uitiuhtuan di atas, memiliki kedalaman 15 meter. Sebagai imbalan dari layanan pompa air tersebut, masyarakat mengumpulkan iuran sebesar Rp 10.000 /bulan per rumah tangga. Iuran tersebut dimaksudkan untuk membiayai upaya-upaya pemeliharaan dan pengoperasian dari sistem pompa air yang ada. Namun ternyata, kebutuhan dana yang diperlukan melebihi jumlah iuran yang diberlakukan, yaitu sekitar 24 juta rupiah. Pada akhirnya, pengoperasian sistem solar water pumping di desa tersebut hanya bertahan selama tiga tahun.
[1] Kapal RORO (Roll-on/Roll-off) merupakan jenis kapal feri khusus yang dirancang untuk mengangkut kendaraan (mobil, truk, motor) dan penumpang, di mana kendaraan masuk dan keluar kapal dengan penggeraknya sendiri melalui pintu rampa. Desain kapal ini mempermudah pengangkutan tanpa perlu membongkar muatan, sehingga lebih efisien dibandingkan kapal konvensional. Kapal ini biasanya sering digunakan untuk rute penyebrangan jarak pendek-menengah.
[2] Arus listrik AC (Alternating Current) adalah arus bolak-balik yang arah dan nilainya berubah-ubah secara periodik. Biasanya ini digunakan untuk listrik rumah tangga (PLN) dan transmisi jarak jauh. Sedangkan direct current (DC) adalah arus searah yang mengalir konstan dalam satu arah. Umumnya aliran listrik tersebut dihasilkan oleh baterai atau panel surya untuk perangkat elektronik.

