{"id":6441,"date":"2025-03-25T11:41:00","date_gmt":"2025-03-25T04:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/irid.or.id\/?p=6441"},"modified":"2025-08-26T06:33:52","modified_gmt":"2025-08-25T23:33:52","slug":"peran-daerah-di-dalam-pencapaian-target-nationally-determined-contribution-ndc-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/irid.or.id\/en\/peran-daerah-di-dalam-pencapaian-target-nationally-determined-contribution-ndc-indonesia\/","title":{"rendered":"Peran Daerah di Dalam Pencapaian Target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"6441\" class=\"elementor elementor-6441\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-74bf5f98 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"74bf5f98\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7c9d7ccd\" data-id=\"7c9d7ccd\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1a2d819a elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"1a2d819a\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><\/p>\n<p>Laporan riset ini mengeksplorasi peran krusial pemerintah daerah\u00a0<span style=\"font-size: 18px;\">dalam upaya mencapai target penurunan emisi gas rumah\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">kaca (GRK) Indonesia dengan lokus di Provinsi Nusa Tenggara\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Timur (NTT). Dokumen ini mengkaji berbagai aspek, mulai dari\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">kebijakan, tantangan, hingga peluang yang dihadapi daerah\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">dalam berkontribusi terhadap pencapaian NDC Indonesia. Tujuan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">dari riset ini sendiri adalah untuk menganalisis aksi-aksi iklim\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">yang telah dilakukan oleh NTT, berikut tantangan yang muncul\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">di tingkat daerah dalam mengimplementasikan aksi iklim. Selain\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">itu, riset ini juga bertujuan untuk memetakan peluang dan potensi\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">aksi-aksi iklim serta pendanaan iklim di NTT, termasuk kebijakan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">dan regulasi yang mendukung baik di tingkat nasional maupun\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">daerah.<\/span><\/p>\n<p>Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode\u00a0<span style=\"font-size: 18px;\">studi literatur, diskusi terpumpun (Focus Group Discussion\/FGD)\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">dengan berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, swasta,\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">akademisi, dan organisasi masyarakat sipil), serta analisis data.\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">Temuan utama dari riset ini menunjukkan bahwa pemerintah\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">pusat dan daerah telah menunjukkan komitmen melalui berbagai\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">kebijakan dan regulasi yang ada (UU, Perpres, Perda), termasuk\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">integrasi isu iklim dalam RPJMD dan penyusunan rencana aksi\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">mitigasi dan adaptasi. Namun, implementasinya di tingkat daerah\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">masih menghadapi kendala.<\/span><\/p>\n<p>Provinsi NTT dengan potensi energi terbarukan yang signifikan\u00a0<span style=\"font-size: 18px;\">masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">pembangunan rendah karbon. Tantangan-tantangan yang\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">terpetakan dalam riset ini antara lain adalah paradigma\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">pembangunan rendah karbon belum sepenuhnya sejalan dengan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">upaya pengentasan kemiskinan; kebijakan dan regulasi yang\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">tumpang tindih menghambat aksi iklim di daerah; koordinasi antar\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">lembaga dan komitmen para pihak masih belum optimal; adanya\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">keterbatasan pendanaan, terutama dalam konteks pengembangan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">energi terbarukan; rendahnya kesadaran, kapasitas SDM, dan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">pengetahuan terkait perubahan iklim; ketergantungan pada\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">energi fosil, terutama untuk kelistrikan di daerah terpencil; serta\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">inkonsistensi dan ketimpangan data emisi GRK antara platform\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">SIGN-Smart (KLHK) dan Aksara (Bappenas).<\/span><\/p>\n<p>Walaupun berhadapan dengan sekian banyak\u00a0<span style=\"font-size: 18px;\">tantangan, namun pemerintah daerah, terutama\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">NTT memiliki beberapa peluang untuk mewujudkan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">target penurunan emisi GRK. Peluang itu dapat\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">terwujud melalui peningkatan kewenangan daerah\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">yang disertai pendanaan dan penguatan kapasitas;\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">pemanfaatan potensi energi terbarukan yang besar\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">(panas bumi, air, surya, angin, bioenergi); kemitraan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">dan kolaborasi antar berbagai pihak; serta penguatan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">mekanisme pemantauan dan evaluasi melalui sistem\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">data terintegrasi.<\/span><\/p>\n<p>Riset ini menegaskan bahwa pencapaian NDC\u00a0<span style=\"font-size: 18px;\">Indonesia membutuhkan upaya bersama dan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">kolaboratif, di mana pemerintah daerah perlu\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">memainkan peran sentral. Penataan kewenangan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">yang lebih adil dan asimetris diperlukan, dimana\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">daerah seharusnya memiliki kewenangan yang lebih\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">besar. Walau demikian, penataan kewenangan ini\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">harus disertai dengan adanya dukungan pendanaan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">spesifik, skema pendanaan inovatif, serta akses\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">pada sumber pendanaan alternatif. Keberadaan hal- hal\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">ini dapat menjadi pendorong bagi daerah dalam\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">berkontribusi pada pencapaian target penurunan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">emisi GRK Indonesia. Tentunya upaya-upaya tersebut\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">memerlukan sistem dan platform pemantauan yang\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">terintegrasi dengan dukungan koordinasi antar\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">lembaga serta kemitraan yang lebih luas dengan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 18px;\">berbagai pihak.<\/span><\/p>\n<p><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-c5f9900 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"c5f9900\" data-element_type=\"section\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;gradient&quot;}\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-cfc2967\" data-id=\"cfc2967\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap\">\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column elementor-element elementor-element-3a051e6\" data-id=\"3a051e6\" data-element_type=\"column\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;gradient&quot;}\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1fdfbfd elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"1fdfbfd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Unduh Laporan Kajian ini untuk mempelajari informasi lebih lanjut.<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a535030 elementor-align-center elementor-widget elementor-widget-button\" data-id=\"a535030\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"button.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-button-wrapper\">\n\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-button elementor-button-link elementor-size-sm\" href=\"http:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PIKUL-LAPORAN-FINAL-4-compressed.pdf\" target=\"_blank\">\n\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-button-content-wrapper\">\n\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-button-icon\">\n\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"fas fa-download\"><\/i>\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-button-text\">Download<\/span>\n\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-16 elementor-top-column elementor-element elementor-element-c81c1ee\" data-id=\"c81c1ee\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap\">\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan riset ini mengeksplorasi peran krusial pemerintah daerah\u00a0dalam upaya mencapai target penurunan emisi gas rumah\u00a0kaca (GRK) Indonesia dengan lokus di Provinsi Nusa<\/p>\n<div><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/irid.or.id\/en\/peran-daerah-di-dalam-pencapaian-target-nationally-determined-contribution-ndc-indonesia\/\"><\/a><\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":6453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"0","ocean_second_sidebar":"0","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"0","ocean_custom_header_template":"0","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"0","ocean_menu_typo_font_family":"0","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"0","omw_enable_modal_window":"enable","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"off","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[130,257,246],"tags":[100,59,150,89,68,72,104],"class_list":["post-6441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-laporan-kajian","category-laporan-kajian-ndcntt","category-ndcntt","tag-adaptasi","tag-indonesia","tag-mitigasi","tag-nusa-tenggara-timur","tag-perubahan-iklim","tag-transisi-energi","tag-unfccc","entry","has-media"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6441"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6441\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6451,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6441\/revisions\/6451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}