{"id":4785,"date":"2024-07-08T19:26:48","date_gmt":"2024-07-08T12:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/irid.or.id\/?p=4785"},"modified":"2024-10-28T14:16:22","modified_gmt":"2024-10-28T07:16:22","slug":"pengkinian-ndc-back-to-basic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/irid.or.id\/en\/pengkinian-ndc-back-to-basic\/","title":{"rendered":"Pengkinian NDC:\u00a0Back to Basics!"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"4785\" class=\"elementor elementor-4785\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-13f22256 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"13f22256\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-573d77f0\" data-id=\"573d77f0\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-aa4d47f elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"aa4d47f\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 18px;\">Menindaklanjuti&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/resource\/cma2023_16a01E.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" style=\"font-size: 18px;\">keputusan para Pihak pada&nbsp;<em>Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Paris Agreement<\/em>&nbsp;kelima (CMA5)<\/a><span style=\"font-size: 18px;\">&nbsp;\u2013 yang berlangsung bersamaan dengan COP28 \u2013 di Dubai tahun 2023 yang lalu, maka setiap Pihak yang meratifikasi Persetujuan Paris diharapkan untuk melakukan pengkinian terhadap&nbsp;<\/span><em style=\"font-size: 18px;\">Nationally Determined Contribution (NDC)<\/em><span style=\"font-size: 18px;\">&nbsp;(NDC) mereka yang sebelumnya. Dalam konteks Indonesia, artinya target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) serta&nbsp;<\/span><strong style=\"font-size: 18px;\">upaya-upaya yang disampaikan melalui&nbsp;<em>Enhanced Nationally Determined Contribution<\/em>&nbsp;(ENDC) pada September 2022 yang lalu, harus ditinjau ulang<\/strong><span style=\"font-size: 18px;\">.&nbsp;<\/span><br><\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Pada&nbsp;<a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/NDC\/2022-09\/23.09.2022_Enhanced%20NDC%20Indonesia.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ENDC<\/a>&nbsp;tersebut, Indonesia menyampaikan komitmennya untuk menurunkan emisi GRK sebesar&nbsp;<strong>31,89% dengan upaya sendiri (<em>unconditional<\/em>)<\/strong>&nbsp;and&nbsp;<strong>43,20% apabila mendapatkan bantuan internasional (<em>conditional<\/em>)<\/strong>.&nbsp;<a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/english_paris_agreement.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persetujuan Paris pada pasalnya yang ke-3, serta Pasal 4 paragraf 3<\/a>, yang kemudian ditekankan kembali melalui&nbsp;<a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/resource\/cma2023_16a01E.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">paragraf 167 dari <em>Decision<\/em> 1\/CMA.5<\/a>, menyatakan bahwa&nbsp;<strong>NDC berikutnya harus menunjukkan peningkatan ambisi (<em>progression<\/em>) dan bukan penurunan ambisi (<em>backsliding<\/em>)<\/strong>. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan untuk meningkatkan komitmennya, termasuk dalam peningkatan besaran penurunan emisi GRK hingga tahun 2035 yang akan datang, yang merupakan&nbsp;<em>end date<\/em>&nbsp;baru sebagaimana disepakati oleh para Pihak di CMA5 yang lalu.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>NDC dan pencapaian tujuan Persetujuan Paris<\/strong><\/h2>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Pada penyampaian NDC, sebagaimana yang telah disepakati melalui&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/resource\/4-CMA.1_English.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Decision<\/a><\/em><a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/resource\/4-CMA.1_English.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> 4\/CMA.1 pada Annex I<\/a>, maka para Pihak harus dapat menyampaikan informasi terkait bagaimana NDC yang mereka sampaikan adalah adil (sesuai prinsip&nbsp;<em>Common but Differentiated Responsibilities<\/em>&nbsp;and&nbsp;<em>Respective Capabilities<\/em>&nbsp;atau CBDR-RC) dan bagaimana NDC tersebut dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan Konvensi Perubahan Iklim sebagaimana yang tertulis di dalam Pasal 2 dari Konvensi.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Pasal 2 dari Konvensi menyatakan bahwa:<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><em>The ultimate objective of this Convention and any related legal instruments that the Conference of the Parties may adopt is to achieve, in accordance with the relevant provisions of the Convention,&nbsp;<strong>stabilization of greenhouse gas concentrations in the atmosphere<\/strong>&nbsp;<strong>at a level that would<\/strong>&nbsp;<strong>prevent dangerous anthropogenic interference with the climate system<\/strong>. Such a level should be achieved within a&nbsp;<strong>time frame sufficient to allow ecosystems to adapt naturally to climate change<\/strong>, to ensure that food production is not threatened and to enable economic development to proceed in a sustainable manner.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Artinya adalah seluruh aksi untuk mengurangi emisi GRK bertujuan untuk&nbsp;<strong>menstabilkan konsentrasi GRK di atmosfer<\/strong>&nbsp;pada&nbsp;<em>level<\/em>&nbsp;di mana ekosistem bumi ini dapat beradaptasi secara alami terhadap dampak perubahan iklim. Paragraf ini juga menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa&nbsp;<strong>emisi GRK tidak otomatis hilang setelah dilepaskan<\/strong>; namun gas ini akan bertahan di atmosfer pada rentang waktu tertentu, sesuai dengan umurnya.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4787\" width=\"840\" height=\"471\" srcset=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited.png 1326w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited-300x169.png 300w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited-1024x575.png 1024w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited-768x431.png 768w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited-18x10.png 18w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited-800x450.png 800w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Redraw-Gambar-Mba-Ime-edited-200x112.png 200w\" sizes=\"(max-width: 840px) 100vw, 840px\" \/><p><\/p>\n<figcaption><a href=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FINAL-Mengenal-Perubahan-Iklim.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumber: Publikasi IRID &#8220;Mengenal Perubahan Iklim&#8221;, 2022<\/a><\/figcaption>\n<\/figure>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Umur GRK di Atmosfer<\/strong><\/h2>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Setiap GRK memiliki umur (<em>lifetime<\/em>) tertentu untuk berada di atmosfer. Itu artinya, walaupun kita berhasil untuk tidak menghasilkan emisi GRK atau nol emisi GRK yang dihasilkan secara antropogenik, namun konsentrasi GRK di atmosfer akan tetap ada akibat akumulasi emisi GRK dari beberapa tahun ke belakang. Keberadaan konsentrasi GRK di atmosfer ini akan tetap berkontribusi pada pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Namun saat ini, kebanyakan kita hanya berfokus pada emisi GRK yang dilepaskan pada suatu waktu tertentu, dan melupakan hal mendasar bahwa apa yang kita emisikan hari ini, akan tertahan di atmosfer pada jangka waktu tertentu. GRK seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FINAL-Mengenal-Perubahan-Iklim.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nitrogen oksida (N<sub>2<\/sub>O)<\/a>&nbsp;contohnya, memiliki&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.epa.gov\/climate-indicators\/greenhouse-gases\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>lifetime<\/em>&nbsp;hingga 109 tahun<\/a>. Artinya, jika dilepaskan hari ini, maka gas ini akan bertahan di atmosfer sampai 109 tahun ke depan. Walau demikian, umur&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.epa.gov\/climate-indicators\/greenhouse-gases\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gas karbon dioksida (CO<sub>2<\/sub>) adalah yang paling sulit untuk diprediksi<\/a>, karena gas ini terus menerus mengalami siklus karbon dioksida di bumi.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Konsekuensi dari umur GRK ini, menyebabkan pentingnya untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang terjadi akibat bertahannya GRK di atmosfer sesuai dengan umurnya. Aksi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim pun, menjadi tidak terelakkan. Pada titik tertentu, saat aksi mitigasi dan adaptasi gagal, maka kerusakan dan kehilangan akibat dampak perubahan iklim akan terjadi. Itu sebabnya, untuk mencapai tujuan Persetujuan Paris,&nbsp;<strong>upaya penurunan emisi GRK harus dilakukan seambisius mungkin, dan pada saat yang bersamaan, upaya-upaya adaptasi serta identifikasi potensi terjadinya kehilangan dan kerusakan akibat dampak perubahan iklim, penting untuk dilakukan<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana seharusnya penyusunan NDC berikutnya?<\/strong><\/h2>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"767\" src=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-1024x767.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4788\" srcset=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-1024x767.jpg 1024w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-300x225.jpg 300w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-768x575.jpg 768w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-1536x1150.jpg 1536w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-2048x1533.jpg 2048w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-16x12.jpg 16w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-1901152594-200x150.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Mengingat umur GRK di atmosfer, maka&nbsp;<strong>NDC berikutnya harus menjadi lebih ambisius dibandingkan dengan yang ada saat ini<\/strong>. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya dinamika iklim dengan frekuensi dan intensitas yang sudah tidak dapat lagi diprediksi. Dinamika iklim ini bukan saja akan menentukan aksi adaptasi yang harus dilakukan, namun dinamika iklim ini juga dapat mempengaruhi upaya-upaya dalam melakukan aksi mitigasi.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Dampak perubahan iklim sudah pasti tidak dapat terelakkan dan kenaikan temperatur rata-rata global, sebesar 1,1<sup>o<\/sup>C (<em><a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/resource\/cma2023_16a01E.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Decision<\/a><\/em><a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sites\/default\/files\/resource\/cma2023_16a01E.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> 1\/CMA.5 paragraf 15a<\/a>), sudah tidak dapat diturunkan lagi. Itu sebabnya,&nbsp;<strong>elemen adaptasi dan potensi terjadinya kehilangan dan kerusakan akibat dampak perubahan iklim, sudah seharusnya menjadi bagian dari NDC yang disampaikan, dan bukan lagi&nbsp;<em>optional<\/em>.<\/strong>&nbsp;Aksi-aksi penurunan emisi GRK pun harus menjadi lebih ambisius, mengingat dinamika iklim saat melakukan perencanaan, tidak akan sama dengan dinamika iklim saat implementasi dilakukan.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p>Menyampaikan elemen adaptasi dan potensi kehilangan dan kerusakan akibat dampak perubahan iklim dalam NDC, utamanya dari negara-negara berkembang,&nbsp;<strong>akan memberikan sinyal urgensi bagi seluruh Pihak, bahwa upaya-upaya yang ambisius \u2013 termasuk dalam penyediaan pendanaan iklim bagi negara-negara berkembang \u2013 sangat diperlukan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin mengancam kehidupan dunia ini<\/strong>.<\/p>\n<p><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menindaklanjuti&nbsp;keputusan para Pihak pada&nbsp;Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Paris Agreement&nbsp;kelima (CMA5)&nbsp;\u2013 yang berlangsung bersamaan<\/p>\n<div><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/irid.or.id\/en\/pengkinian-ndc-back-to-basic\/\"><\/a><\/div>","protected":false},"author":6,"featured_media":4788,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"0","ocean_second_sidebar":"0","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"0","ocean_custom_header_template":"0","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"0","ocean_menu_typo_font_family":"0","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"0","omw_enable_modal_window":"enable","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"off","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[121],"tags":[102,59,101,68,72],"class_list":["post-4785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-grk","tag-indonesia","tag-ndc","tag-perubahan-iklim","tag-transisi-energi","entry","has-media"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4785"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5688,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4785\/revisions\/5688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4788"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}