{"id":4768,"date":"2024-05-29T15:52:00","date_gmt":"2024-05-29T08:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/irid.or.id\/?p=4768"},"modified":"2024-12-06T15:47:32","modified_gmt":"2024-12-06T08:47:32","slug":"memastikan-upaya-upaya-adaptasi-di-indonesia-selaras-dengan-persetujuan-paris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/irid.or.id\/en\/memastikan-upaya-upaya-adaptasi-di-indonesia-selaras-dengan-persetujuan-paris\/","title":{"rendered":"Memastikan Upaya-upaya Adaptasi di Indonesia Selaras dengan Persetujuan Paris"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4772\" srcset=\"https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-300x225.jpg 300w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-768x576.jpg 768w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-16x12.jpg 16w, https:\/\/irid.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/iStock-2152810175-200x150.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pertemuan CMA5 yang dilaksanakan akhir tahun 2023 lalu di Dubai, menghasilkan beberapa poin penting dari <em>review <\/em>pertama pencapaian tujuan Persetujuan Paris yang prosesnya disebut dengan <em>Global Stocktake <\/em>(GST). Hasil GST tersebut secara umum menyatakan bahwa <strong>aksi mitigasi dan adaptasi yang dilakukan oleh negara-negara di dunia belum cukup<\/strong> <strong>untuk menekankan kenaikan temperatur rata-rata global agar tidak melebihi 1,5\u00b0C<\/strong>. Salah satu hasil GST juga <strong>mendorong para Pihak untuk memperbarui <em>Nationally Determined Contribution (NDC) <\/em>(NDC) masing-masing dengan target dan kontribusi yang lebih ambisius hingga tahun 2035<\/strong>. NDC tersebut harus disampaikan kepada Sekretariat UNFCCC, setidaknya 9-12 bulan sebelum CMA7 pada November 2025 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, <strong>Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan <em>Second Nationally Determined Contribution<\/em> (SNDC)<\/strong> sebagai pembaruan dari <em>Enhanced Nationally Determined<\/em>. Sehubungan dengan hal tersebut,<strong> Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID) melihat pentingnya melakukan diskusi terkait GST<\/strong>, utamanya yang terkait dengan aksi adaptasi, guna menyelaraskan upaya-upaya adaptasi di Indonesia agar selaras dengan Persetujuan Paris.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Komponen Adaptasi dalam NDC Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia menyampaikan <strong><em>Enhanced<\/em> NDC pada September 2022 <\/strong>dengan angka persentase target penurunan emisi GRK yang lebih tinggi, yaitu sebesar <strong>31.89% dengan usaha sendiri dan 43.20% dengan bantuan internasional<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Komponen adaptasi telah dimasukkan sejak Indonesia menyampaikan NDC pertamanya di tahun 2016<\/strong>. Komponen adaptasi di Indonesia kemudian<strong> diperkuat dengan disusunnya dua regulasi terkait adaptasi perubahan iklim<\/strong>, yaitu <strong>Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PerMen LHK) Nomor 33 Tahun 2016 <\/strong>tentang Pedoman Penyusunan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim dan <strong>PerMen LHK Nomor 7 Tahun 2018<\/strong> tentang Pedoman Kajian Kerentanan, Risiko, dan Dampak Perubahan Iklim. Dokumen <em>Roadmap<\/em> NDC dan Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) yang memuat indikator-indikator implementasi aksi adaptasi nasional, juga disusun. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dalam <em>Enhanced<\/em> NDC, tujuan adaptasi Indonesia berfokus pada<\/strong> tiga area ketahanan, yaitu <strong>ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan perikehidupan, serta ketahanan ekosistem<\/strong> dan lanskap yang diprioritaskan dalam sektor pangan, air, energi, kesehatan, dan ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Upaya-Upaya Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Upaya-upaya adaptasi perubahan iklim telah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Contohnya di kawasan Pantai Utara Jawa, seperti daerah Pekalongan Raya. <\/strong>Daerah Pekalongan Raya telah mengalami banjir yang bersifat multi-karakteristik dan menghadapi bahaya genangan pesisir permanen. Melalui Zurich Flood Resilience Alliance (ZFRA), Mercy Corps Indonesia telah melakukan advokasi kebijakan berbasis bukti (<em>evidence based<\/em>) dengan pemerintah daerah setempat, melalui pengembangan model mata pencaharian berketahanan iklim untuk masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa<strong> tantangan yang dihadapi antara lain terkait dengan permasalahan tata kelola kebijakan dan skema koordinasi pemerintah daerah yang belum jelas sehingga tidak dapat mendukung pendanaan dari APBD<\/strong>. Strategi yang tepat juga diperlukan guna membangun ketahanan iklim masyarakat secara berkelanjutan. Tantangan lainnya adalah sulitnya akses pendanaan internasional untuk kota-kota sekunder, seperti Pekalongan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Aksi-aksi adaptasi perubahan iklim lainnya <\/strong>juga sudah banyak dilakukan di tingkat komunitas, <strong>seperti pelibatan kalangan anak muda untuk melakukan implementasi aksi adaptasi perubahan iklim<\/strong>. Aksi-aksi penunjang seperti ini penting untuk diinventarisasi, agar dapat berkontribusi pada target adaptasi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tantangan dan Peluang Pembahasan Adaptasi dalam NDC Indonesia Selanjutnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Merujuk pada tujuan aksi adaptasi Indonesia dalam <em>Enhanced<\/em> NDC, perlu dipastikan <strong>implementasi pencapaian ketiga tujuan ketahanan mencakup dimensi-dimensi keadilan <\/strong>yaitu: <strong>keadilan rekognisi <\/strong>(<em>recognitive justice<\/em>) dengan memastikan adaptasi berkeadilan yang berfokus kepada kelompok rentan; <strong>keadilan prosedural<\/strong> (<em>procedural justice<\/em>) yang meninjau bahwa prosedur aksi adaptasi melibatkan semua pihak yang berkepentingan di dalamnya; <strong>keadilan distributif<\/strong> (<em>distributive justice<\/em>) dengan memastikan bahwa aksi adaptasi harus terdistribusi dengan baik dari segi manfaat dan beban; serta <strong>keadilan restoratif<\/strong> (<em>restorative justice<\/em>) dengan melihat bagaimana pemulihan dari kerugian yang telah dialami akibat dampak perubahan iklim yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kajian kerentanan dan risiko menjadi kunci untuk mengarusutamakan dan memperkuat komitmen di semua sektor implementasi adaptasi<\/strong>. Indonesia telah memiliki Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK) dan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dapat digunakan. <strong>Tantangannya <\/strong>terletak pada <strong>penguatan instrumen, memvalidasi metodologi, serta bagaimana menentukan indikator-indikator adaptasi yang terukur,<\/strong> namun akan berbeda di setiap <em>level <\/em>dan sektor implementasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait dengan <strong>pelaporan aksi adaptasi, Indonesia telah memiliki Sistem Registri Nasional (SRN) <\/strong>yang menjadi <strong>wadah pengelolaan data dan informasi aksi pengendalian perubahan iklim<\/strong>. Adanya SRN memberikan peluang pengintegrasian data dan informasi, utamanya informasi aksi adaptasi yang telah diinisiasi berbagai pihak mulai tingkat tapak, agar dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan adaptasi nasional. <strong>Sistem ini perlu diketahui oleh seluruh pihak, dari segi akses, kebutuhan data, serta transparansi <\/strong>guna memperkuat keterlibatan multi-pihak dalam implementasi aksi adaptasi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <strong>isu kehilangan dan kerusakan (<em>loss and damage<\/em>) yang sudah terjadi Indonesia diharapkan dapat menjadi isu penting untuk dicantumkan dalam NDC Indonesia selanjutnya<\/strong>. Namun, Indonesia <strong>perlu memiliki baseline dan penghitungan kapasitas adaptasi<\/strong> agar dapat menyusun kebijakan pendanaan terkait kehilangan dan kerusakan akibat dampak perubahan iklim. Dengan memasukkan isu kehilangan dan kerusakan dalam SNDC, maka <strong>Indonesia memberikan sinyal urgensi <\/strong>untuk melakukan aksi iklim yang lebih ambisius kepada para Pihak. Termasuk di dalamnya memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang agar dapat menyelaraskan aksi-aksi iklimnya guna mencapai tujuan Persetujuan Paris.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><a id=\"_msocom_1\"><\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertemuan CMA5 yang dilaksanakan akhir tahun 2023 lalu di Dubai, menghasilkan beberapa poin penting dari review pertama pencapaian tujuan Persetujuan Paris yang<\/p>\n<div><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/irid.or.id\/en\/memastikan-upaya-upaya-adaptasi-di-indonesia-selaras-dengan-persetujuan-paris\/\"><\/a><\/div>","protected":false},"author":5,"featured_media":4772,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"0","ocean_second_sidebar":"0","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"0","ocean_custom_header_template":"0","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"0","ocean_menu_typo_font_family":"0","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"0","omw_enable_modal_window":"enable","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"off","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[127],"tags":[100,59,55,81,68],"class_list":["post-4768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan-acara","tag-adaptasi","tag-indonesia","tag-loss-and-damage","tag-pendanaan-iklim","tag-perubahan-iklim","entry","has-media"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4768"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5637,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4768\/revisions\/5637"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/irid.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}